Sabtu, 27 Oktober 2012

Passing grade is nothing

Ada pertanyaan yang menurut Saya adalah sesuatu yang salah kaprah diantara anak SMA yang mau masuk kuliah. Pertanyaan yang berkaitan dengan pertimbangan memilih suatu jurusan. Berikut contoh pretanyaannya
"klo jurusan ini Passing Gradenya berapa ya?"
atao
"Jurusan ini pasing Grade nya tinggi atau rendah?"
malah yang lebih parah
"Jurusan ini ama jurusan ini tinggian mana passing gradenya?"
-- "Emang ada apa dengan pertanyaan-pertanyaan tadi? Ada yang salah ya?"
Ok... kalau siapa pun anda yang merasa tidak ada yang salah dengan pertanyaan itu. Maka sudah resmi anda dinyatakan sebagai korban marketing Bimbel.
-- "Apa itu korban marketing Bimbel?"

Sebelum saya menjelaskan nya. Saya ingin mengajukan pertanyaan yang harap anda jawab. "Apakah Passing Grade itu?"
Sebelum kalian membuka google dan mengetikkan kata "passing grade" di kolom searchnya
Saya akan menjawab terlebih dahulu menurut versi saya.
Passing Grade memiliki makna yang ambigu menurut saya.

1. passing grade = batasan nilai minimum untuk masuk jurusan berdasar pada nilai ujian SNMPTN tahun yg lalu.

2. passing grade = batasan nilai minimum untuk masuk jurusan berdasar pada data statistik nilai try out bimbel
Jika anda percaya pada makna yang no 1. Maka saya ingin memberikan info bahwa nilai ujian SNMPTN tidak pernah dikeluarkan oleh panitia SNMPTN... Percayalah... Saya akan memberi anda waktu untuk melakukan search di google, untuk mencari passing grade yang dikeluaran secara resmi oleh situs SNMPTN resmi atau situs perguruan tinggi resmi.
--"Tahunya resmi bagaimana?"

lihat saja domainnya. Kalau belakangnya **.ac.id itu resmi sedangkan yang lain itu bikinan orang, atau organisasi tertentu yang tujuannya bisa bermacam dan belum valid.
Ok sudah dicari? Saya yakin tidak ada yang secara resmi dikeluarkan oleh panitia SNMPTN

Kenapa saya begitu yakin? Karena kalau nilai hasil SNMPTN dikeluarkan secara resmi, seperti nilai ulngan SMA, maka akan banyak orang yang protes, karena pada saat mencocokkan sendiri merasa nilainya tidak seharusnya segitu. (biasanya sih karena lebih kecil dibandingkan perkiraan).
So coba cek dari mana anda mendapat info passing grade tersebut. Dari bimbel kaaann?... Coba tanya ke bimbelnya dari mana dapat nilai passing grade. Pasti merujuk ke definisi passing grade yang no 2.

Nah jika anda termasuk percaya pada definisi passing grade yang no 2 coba pertimbangkan masak-masak sebelum percaya.
apakah peserta SNMPTN bisa dibandingkan dengan Try out deari segi jumlah
apakah suasana dan keseriusan pelaksanaan Try Out setara dengan SNMPTN
apakah anda tahu betul metode statistik yang digunakan untuk menghasilkan pasiing grade dari Try Out
Jika sampai ini anda sudah mulai percaya bahwa tidak seharusnya mempercayai passing grade. Saya akan mengutip Syahrini ” Alhamdulillah ya…”
Jika anda masih membandel dan bimbang karena selama ini sudah terlajur terlalu lama memegang passing grade sebagai acuan. Dan timbul pertanyaan kenapa sampai muncul passing grade?
Begini ceritanya
Semua nya berawal dari Try Out
Bimbel melaksanakan Try Out sebagai ajang latihan bagi siswa SMA, biasanya umum juga boleh ikut, untuk mengukur kesiapan siswa SMA menghadapi SNMPTN.
Try Out merupakan cara yang efektif untuk melakukan simulasi dan mengukur apakah siswa sudah siap menghadapi SNMPTN dan mengetahui bagian mana yang masih perlu untuk ditingkatkan dalam belajarnya
Tapi hubungan secara langsung Try Out dengan kelulusan SNMPTN sebenernya tidak ada.
Gini, kalau ada siswa yang ikut Try Out 100 kali dan hasilnya selalu baik, tidak secara langsung menjamin kelulusan siswa tersebut. Benar bukan? Jadi lebih percaya diri menghadapi SNMPTN. iya.. Jadi tahu masih kurang belajarnya dibagian mana iya…
Untuk memaksimalkan manfaat Try Out, supaya bisa digunakan mengukur kira2 apakah kemampuan siswa sudah mencukupi memasuki jurusan yang diinginkan. Dibuatlah passing grade. Yaitu perkiraan nilai Try Out minimal yang dibutuhkan untuk seolah-olah bisa lulus masuk ke jurusan yang diinginkan.
Cara memperkirakan menentukan nilai minimal try out untuk bisa lulus ke suatu jurusan adalah rahasia dari Bimbel.
Namun menurut prediksi saya, Bimbel mengolah data nilai hasil try out tahun sebelumnya. Yaitu data nilai try out dari siswa bimbelnya yang lulus ke suatu jurusan univ tertentu, misal STEI ITB. Nilai2 try out mereka dilihat sebarannya, dan standar rata2 atau pencilan yang akan dipakai. Dari situ keluarlah data yang kemudian diasumsikan sebagai nilai minimal untuk memasuki suatu jurusan pada tahun lalu. Disebut passing grade
Kalau nanti kalian sudah belajar mengenai statistik di kuliah pasti mengerti. :)
Jadi nilai passing grade ini sangtlah subjektif. Tapi sangat berguna untuk mengukur apakah kira2 kemampuan siswa sudah mencukupi.
Sampai di sini saya masih menganggap passing grade adalah sesuatu yang positif.
Seiring berjalannya waktu, passing grade dijadikan acuan untuk menentukan memilih jurusan. Ini bagian yang saya tidak setuju. Apalagi ada beberapa bimbel yang mengutamakan siswanya lulus SNMPTN tanpa menghiraukan siswa tersebut cocok di jurusan itu atau tidak. Meluluskan siswa di SNMPTN menjadi suatu hal yang sangat penting bagi bimbel, tapi bukan berarti tidak memperdulikan bagaimana minat siswa tersebut
contoh:
– Siswa: “Saya bingung nih mau masuk jurusan A atau jurusan B”
– Oknum: “lihat saja passing gradenya, pilih saja yang kecil”
pembicaraan di atas analoginya seperti ini
– Siswa: “Saya bingung nih mau pergi ke Surabaya atau ke Bandung”
– Oknum: “Pilih saja yang tiketnya murah”
lho sebenarnya ini tujuannya perginya ngapain dulu nih?
Tapi ga semua Bimbel begini koq.
Menurut saya, seharusnya siswa yang masih bingung memilih jurusan, dibantu untuk cari tahu minatnya paling sesuai dengan jurusan apa. Bukan disodori cara paling mudah untuk melanjutkan kuliah tanpa menghiraukan konsekuensi salah jurusan.
Oh salah jurusan ini hal yang sangat menyeramkan. Bayangkan anda lolos SNMPTN namun setelah berada di jurusan tersebut, ternyata itu bukan minat anda. Bisa jadi anda tidak akan pernah menyelesaikan kuliah tersebut alias DO. Banyak kasus DO ITB karena alasan semacam ini.
–”Saya belum tahu minat saya, bagaimana dong?”
Tenang, jangan panik. begini tips dari saya untuk mengetahui minat anda di jurusan apa.
Cari informasi mengenai semua jurusan sedetilnya. Mulai dari mempelajari apa, mata kuliahnya apa saja, praktikumnya seperti apa, lulusannya bekerja di mana, kerjanya seperti apa dan ngapain aja.
cari informasi ini bisa dilakukan dengan browsing di situs resmi universitas/jurusan, tapi yang paling efektif bertanya langsung dengan alumni yang pernah kuliah di jurusan tersebut.
kalau sudah mendapatkan semua informasi, pasti ada jurusan yang menurut anda keren, gua banget.
kalau belum berarti informasinya belum banyak :) mari bersemangat untuk mencari informasi lagi dan lagi.
Nah jika sudah tahu jurusannya apa. Barulah lihat seberapa besar tingkat kompetensi atau peluang untuk masuk ke jurusan tersebut. Dan tingkat kompetensi yang paling valid adalah dilihat dari tingkat kesulitan relatif yang dikeluarkan oleh universitas.
Passing grade, di sini boleh dijadikan referensi namun bukan yang utama.
Jadi menurut saya passing grade sebaiknya dilihat setelah anda tahu jurusan apa yang akan anda pilih. Dan digunakan untuk mengukur kemampuan anda apakah sudah cukup atau tidak.

Gambaran umum kuliah

sekarang lo dah nyampe di kelas 3 SMA, artinya masa2 sibuk selama menjalani masa SMA. rintangan pertama ada ujian semester 5, jangan disepelekan, karena hasil ujian ini di raport kelak akan berguna buat PMDK. secara umum beberapa universitas "melihat nilainya" dari semester 1-5. (semester 6 jarang banget digunakan nanti nilainya n bisa dibilang semester 6 itu ujian formalitas). kemudian ada UN, yup, mau nanti ada atau tidak, dipersiapkan aja dulu (karena kemungkinan besar tetep ada). serta tes-tes masuk perguruan tinggi seperti SNMPTN, SPMB, SIMAK UI, USM STAN, STIS, dan puluhan ujian masuk lain.

buat lo yang ngelanjutin kuliah secara umum dibagi menjadi 3 golongan, yaitu PTN, PTS dan PTK.

PTN itu perguruan tinggi negeri, emmmm kayak SMA Negeri gitu lah. Sama-sama dibawah DEPDIKNAS (sekarang namanya KEMENDIKNAS) namun dibawah diretorat yang berbeda, kalo SMA dibawah DIKMENUM, kalo PTN dibawah DIKTI. Jadi masalah pembiayaan masih dalam monitor pemerintah.

PTN pun dibagi menjadi beberapa grub: institute negeri, universitas negeri, politeknik negeri, universitas islam negeri (UIN)

contoh:

institute negeri : ITB, ITS

universitas negeri: UI, UNAIR, UGM, UNDIP

politeknik negeri: poltek negeri surabaya, poltek negeri semarang, poltek negeri jakarta

UIN: UIN Syarif Hidayatullah, UIN Malang

nah untuk seleksi masuknya

institute negeri ma universitas negeri dan UIN => SNMPTN

politeknik negeri => UMPN

apa beda universitas dan institute? liat dari namanya aja, universitas lebih umum sedangkan institute lebih khusus. contoh Institute Pertanian Bogor => lebih concern ke hal2 yang berhubungan dengan pertanian. ITB => concern ke teknik. nah kalo UI, UB, UNAIR ga ada concernya, teknik iya, Ekonomi iya, pertanian iya, kedokteran iya, jadi once more again univ lebih umum. itu aja mas? yaaa bisa dibilang

selain dari seleksi masuk yang diadakan bersama di atas, para PTN sebagian besar juga melakukan seleksi masuk mandiri (taun lalu ITB ma UGM ngga ngadain)

yang kedua ada PTS, atau perguruan tinggi swasta. jadi dimiliki oleh swasta dan dikelola oleh swasta. jadi suka2 dia mau SPP nya per-semester 1 milyar (_ _").

apakah swasta pasti mahal?

intinya kayak mekanisme harga gitu, kayak orang jualan. bayangin lo punya PTS. lo buat PTS ini SPP nya mahal, tapi fasilitas n kualitas buruk, maka PTS lo ga akan laku. kalo memang PTS lo kualitas n fasilitas oke, maka worth it lah kalo mahal.

kalo lo buat SPP PTS ini murah, oke mungkin mahasiswanya akan banyak, tapi mungkin aja pemasukannya ga bisa nutup pengeluaran buat nggaji dosen, listrik, gedung, dll jadi lo malah rugi.

nah kira2 kayak gitu. kalo PTS pertimbangan banget unsur laba-rugi, dalam penafsiran yang lebih luas, kalo di PTS, harga sebanding ma kualitas banget. (namun ga bisa digeneralisir juga)

PTS yang ada di Indonesia contohnya Binus, Trisakti, Petra, Bakrie, Stikom, Stmik Amikom, dst.

Kualitas? PTS juga bisa bersaing ma PTN, contohnya aja, taun lalu di lomba komputer tingkat nasional, Binus bisa ngalahin ITB, UGM ma UI.

Mengenai seleksi masuknya, rata2 PTS mengadakan ujian masuk mandiri, namun ada beberapa PTS yang gabung PTN mengadakan SPMB (apa itu SPMB akan saya jelaskan nanti)

oke, yang ketiga adalah PTK atau perguruan tinggi kedinasan. prolog agak jauh, pemerintahan kita terdiri dari presiden sebagai kepala pemerintahan, kemudia dibawahnya presiden ada kementerian2 dan lembaga2. kementerian/lembaga ini misalnya kementerian keuangan, dalam negeri, hukum dan ham, BPN, BPS, BMKG, dll.

nah sumber daya manusia dari kementerian/lembaga tersebut beberapa ada yang tidak dihasilkan dengan kompetensi secara khusus di perguruan tinggi sehingga mereka mengadakan yang namanya PERGURUAN TINGGI KEDINASAN.

PTK di Indonesia sebenarnya ada banyak, namun beberapa telah bermetamorfosis, kalo saya menyebutnya, menjadi semi-PTK dan bukan-PTK

yang 'sudah' bukan PTK atau memang bukan PTK adalah IT-TELKOM (dulu STT Telkom) dan Poltek PT Pos

yang semi-PTK atau merupakan program kerjasama antara PTN dan pemerintah adalah program kerjasama UNDIP-PLN, program kerjasama ITS-PLN, dan Program kerjasama ITB-Kemendag, kerjasama DEPKOMVIS dengan Universitas Negeri Malang

maksudnya semi-PTK adalah, misal program kerjasama UNDIP-PLN, sebenarnya itu adalah proyek PLN dalam mencari mahasiswanya, namun pendidikannya 'dititipkan' di UNDIP. biayanya tetep bayar, dan apabila IP atau nilainya lebih dari nilai minimum, maka akan langsung dapet ikatan dinas.

sedangkan Program kerjasama ITB-Kemendag dan kerjasama DEPKOMVIS dengan Universitas Negeri Malang biayanya gratis dan ikatan dinas.

cerita inspirasi SNMPTN

Saya tahun 2012 (tahun ini) lulus dari SMA X [tidak disebutkan nama, tetapi sekolah ini terakreditasi A], sebuah sekolah di kotamadya Jakarta Selatan. Saya lulus SMP dengan NEM 36,05... tapi kenapa saya gak ngambil SMAN? Pertanyaan itu banyak dilontarkan teman-teman saya. Alasan pertama saya cukup simpel. Rumah saya dekat sama sekolah (alasan paling klasik yang pernah ada). Yang kedua, saya susah move on (jangan dikira cuma pasangan hidup saja yang bisa di-move-on-kan) dari SMP saya :"). Dan yang ketiga, saya saat itu masih sangat sulit untuk beradaptasi ditempat yang baru.

Tiga alasan itu adalah dasar saya mengambil SMA X sebagai "masa depan" saya diwaktu itu. Tahun pertama saya tidak berjalan dengan mulus dari segi sosial. Saya sempat mengalami beberapa konflik terutama fisik dan mental diantaranya karena senioritas, sehingga semester pertama dari kelas 10 tidak cukup optimal dalam bidang akademik karena pikiran dipenuhi oleh ketakutan akan ancaman dari para senior. Saya hanya meraih peringkat 2 dikelas saya, padahal daya saing kelas saya boleh dibilang tidak terlalu ketat saat itu. Tetapi seiring berjalannya waktu, saya mulai bisa menyesuaikan diri di semester 2 dan berusaha lebih baik. Saya memiliki seorang teman bernama H, ketika semester 1 dia berada di peringkat 4, tetapi di semester 2 dia belajar mati-matian, sedangkan saya... saya sejak semester 1 tidak pernah belajar serius, saya belajar serius hanya disekolah dan ketika dirumah kerjaan saya cuma main. Belajar kalo ada ulangan dan ada PR saja. Saya juga tidak ikut les ataupun mendatangkan guru privat kerumah. Tetapi mindset saya tetap konsisten. SAYA TIDAK BOLEH MENYONTEK. SAYA TIDAK BOLEH MENGERJAKAN PR DISEKOLAH. LEBIH BAIK DIHUKUM DARIPADA NGERJAIN PR DISEKOLAH. Alhamdulillah, saya mendapat peringkat 1 sedangkan si H mendapat peringkat 2 di semester kedua. Para senior yang veter naik kelas juga, tapi masuk IPS. Tetapi ada juga beberapa teman saya yang tidak naik kelas :(

Sebuah big blow bagi saya dan teman-teman saya, tanggal 24 Juni saya beserta teman-teman saya ditunjuk sebagai penerima tamu wisuda kelas XII. Hari itu adalah hari terakhir saya bertemu dengan guru kimia saya, karena ketika sorenya beliau dikabarkan terkena kecelakaan sehingga koma selama 2 hari dan akhirnya meninggal pada tanggal 26 Juni 2010. Semoga almarhum selalu diberi ketenangan di alam kubur, Amin. Belum lama berselang, guru agama saya meninggal beberapa hari sebelum tahun ajaran baru. Sebuah pukulan yang berat bagi saya, teman-teman saya, dan bagi sekolah.

Tahun ajaran 2010/2011, saya berada di kelas XI IPA 1 dan kelasnya cukup kondusif, walau kadang-kadang ada beberapa tingkah laku yang konyol. Ada 3+ murid pindahan dari sekolah lain karena berbagai hal ke kelas IPA 2, ada yang karena tidak mencukupi nilainya untuk masuk IPA, sehingga ia pindah ke sekolah saya, tapi ada juga yang karena tidak sanggup dengan lingkungan sekolah lamanya. Oh iya, dikelas XI ini saya berada satu kelas dengan si H. Dan pada tahun inilah saya mendapatkan sesuatu yang sangat berharga dalam hidup saya. Saya berteman sangat baik dengan guru kimia saya [dia pengganti almarhum] sehingga kadang muncul gosip dikalangan teman-teman saya -____-. Pada suatu ketika di ruang guru, saya bertemu salah satu teman saya yang pindahan dan dia langsung berkata, "Eh, emang lo pinter banget ya?" yaaa, saya cuma diam aja. Kalo ngomong salah, kalo diem... salah gak ya? Btw, dia itu cewe dan boleh dibilang gw jatuh hati sama dia ._. padahal dia udah punya pacar :| Sebut saja si A.

Akhir semester 1, si H berada diatas saya. Saya peringkat 2 dan dia peringkat pertama. Cukup menyesal sih, tapi saya bangga karena dikalahkan sama anak yang rajin sehingga saya bisa intropeksi diri lebih lanjut. Nah, si A mendapat peringkat pertama dikelas sebelah. Terus? Ya gak kenapa-kenapa... Awal semester 2, "tersemangati" oleh yang namanya cinta, saya pun bener-bener try hard biar kimia gak remed. Karena pas semester 1, ulangan harian saya GAK PERNAH GAK REMED. Artinya? remed terus. Bener-bener bangga pas retake UH 1 semester 2 dapet nilai 86. Bener-bener termotivasi buat ulangan kimia selanjutnya dan bener. Dapet 93 dan 100 di bab Buffer dan Hidrolisis :D

Meanwhile, guru fisika saya mengajak saya, si H dan si A untuk ikut Olimpiade Fisika. Yang pertama adalah di sekolah C, dimana sekolah C ini adalah pusat dari sekolah saya. Saya dan si A berhasil menembus tahap final sedangkan si H tidak, cukup disayangkan, saya juga heran kenapa dia bisa gitu gak lolos padahal pinter. Tapi sayang sekali, saya difinal cuma berhasil mendapat peringkat 5 dari 10 kontestan sedangkan si H mendapat peringkat 6 atau 7, lupa. Then our friendship began to grow quickly. Ujung-ujungnya? Gosip beredar lagi... sampe-sampe temen-temen disekolah lamanya pun tau -________-

Bulan berlalu, lalu kami ber3 dihadapkan lagi sama yang namanya OSK (OSN tingkat Kabupaten). Sadly, hanya saya yang berhasil lolos ke tingkat provinsi dari IPA. Dari IPS, ada seorang siswa yang tembus Ekonomi hingga OSP tahap kedua. Salute! BTT, saya mendapat banyak teman baru dari pelatihan OSP, ada teman saya yang satu bimbel pas kelas 3, ada juga yang sekarang udah masuk di Fisika UI. Bener-bener unforgettable moment banget, dari sebuah kompetisi akademis menjadi persahabatan. That's life. Sayang sekali saya gak bisa tembus sampe OSP tahap kedua, karena pas OSP tahap pertama, saya sangat ceroboh sehingga lupa kata-kata guru Fisika saya. Katanya, "Janagn pikirin ulangan harian, gampang lah itu. Pikirin dulu yang lebih besar." Sedangkan saya terus memikirkan bagaimana cara susulan tugas dan ulangan sebanyak itu...

Bulan-bulan penuh penderitaan dan cinta, hingga akhirnya datanglah akhir dari bulan Mei. Di minggu terakhir dari Mei ini, saya HARUS dan WAJIB melengkapi seluruh nilai. Saya harus ulangan Kimia tentang koloid dan kelarutan, ulangan fisika tentang fluida dinamis, termodinamika, dan teori kinetik gas, dan remedial ulangan turunan trigonometri. Untungnya semuanya bisa gitu diatas KKM. Gak ngerti juga kok bisa, padahal bener-bener desperate banget. In the end, bener-bener miracle saya berhasil mendapat peringkat 1, si H mendapat peringkat kedua. What a year full of miracle, one of the greatest year ever.

And... akhirnya. The final year. Saya sekelas dengan si A, sedangkan si H berada di kelas sebelah. Tapi kali ini saya dihadapkan pada kelas yang cenderung berisik. Beberapa teman saya minta dipindahin ke kelas sebelah yang katanya tenang dan cukup kondusif. Tetapi saya tidak mau pindah. Saya ingin mencoba berbaur dengan mereka. Days after days, months after months... saya mulai bisa berbaur dengan teman-teman sekelas, bisa ketawa-ketawa bareng, termasuk teman saya sebut saja si B, yang tadinya mau pindah ke kelas sebelah juga. Tapi saya katakan padanya, "Jangan! Lo disini aja, gw bisa kok ngelindungin lo, at least gw bisa jadi dinding diantara lo dan mereka." karena reputasi gw cukup baik diantara teman-teman sekelas saya.

Oh iya, saya juga mengikuti Bimbel Y! Kebanyakan teman saya mengikuti Bimbel X [biarpun juga ada yang ikut Bimbel Y] tapi saya tidak peduli. Saya cukup senang di Bimbel Y karena saya mengenal teman saya yang cukup... err... manis (?) sebut saja si N sehingga saya pun sedikit demi sedikit move-on ke dia -___-. Diakhir semester 1, saya mendapat peringkat 1 sedangkan si A di peringkat kedua. Terus... selama semester 1, nilai TO SNMPTN saya tidak terlalu baik, dari 24, 24, 29, 50, 29, 45 dan seterusnya. Itu sebelom intensif SNMPTN (tahun 2011). Fast forward ke tahun 2012, TO SNMPTN saya pun ya begitu-begitu aja. 30-48, gak pernah lebih. 2 bulan menjelang UN, saya tetap konsisten. Saya tidak mau pakai bocoran. Sayang duit 100.000 rupiah, karena saya lagi nabung buat beli game Diablo III [masih aj sempet mikirin game, orang mau UN sama SNMPTN]...

Beberapa minggu sebelum UN, saya masih sangat-sangat takut sama yang namanya Matematika. ENGGAK NGERTI SAMA SEKALI. Apalagi kalo ketemu sama soal lingkaran. Tapi intensif UN disekolah cukup berbuah, terimakasih juga kepada Bimbel Y yang sudah mengadakan beberapa kelas tambahan untuk UN sehingga persiapan saya semakin matang. Alhamdulillah total nilai UN saya 53,15 tanpa bocoran :) Setelah UN, saya mulai fokus untuk SNMPTN. Nilai SNMPTN saya pun begitu-gitu aja pas intensif. Gak pernah lebih dari 50. Saya ditempatkan di kelas ke4 dari atas, cukup kecewa, padahal saya pengen sekali-kali berada di peak, rasanya gimana ya...

Sama kayak UN, menjelang SNMPTN saya bener-bener desperate sama Matematika. Saya ikut terus yang namanya kelas tambahan Matematika, gak pernah nggak. Saya nanya terus kalo gak ngerti, walau ujung-ujungnya gak ngerti juga. Udah gitu dirumah tetep maen sampe malem lagi. 2 minggu menjelang SNMPTN mulai tobat sih, tiap malem ngerjain at least 5 soal, kalo belom ngerjain 5 soal matematika gak mau tidur. Perkembangan yang cukup baik hehe. Oh iya, yang heartbreaking banget, saya kan pengen masuk STEI ITB waktu itu, nah si N dapet undangan dan diterima di FTSL T_T akhirnya jalan kita pun terpisah di minggu kedua intensif </3 Saya sendiri gak keterima jalur undangan dan waktu itu bener-bener terpukul banget. Tapi ada temen saya yang udah diterima di FTTM ITB setahun sebelomnya, dia ngajak chat saya yang intinya, "Sesuatu bakal lebih lo syukurin kalo lo bekerja keras untuk hal tersebut."

Since that day, gw bener-bener terbakar semangatnya untuk masuk ITB, dan menyusul si N :D

Perpisahan itu membuat saya termotivasi sehingga bisa aja ngerjain 5 soal sebelom tidur tiap malem. Days after days, selalu berdoa, selalu berjuang. Selalu belajar Matematika karena itu bener-bener titik lemah saya dan saya ga mau buang-buang +4 atau makanin -1. Terus mencoba melakukan kebaikan, karena saya percaya kebaikan itu akan balik lagi ke kita entah kapan waktunya. Bahkan pada saat hari-H pun, saya liat samping saya ada yang buang sampah rautan, saya robek kertas buku saya, saya bersihin lantai tempat dia buang lalu saya buang kertas tsb. ditempat sampah sebelah saya. Sempet juga sih minjemin rautan, walau terkesan sepele, tapi pensil yang tajem kan bener-bener vital dalam ngerjain soal, ya nggak? InsyaAllah semua pasti ada balasannya.

SNMPTN berlalu, tinggal nunggu pengumuman. Akhirnya sampailah pada tanggal 6 Juli 2012, dimana katanya pengumumanny dipercepet 1 hari. Dan pada saat akan membuka, saya menunggu dari jam 6, gak mau makan dan gak bisa makan karena mules dan pusing. Akhirnya semua terbayar pas jam setengah 8, saya melihat dengan mata kepala sendiri bahwa saya diterima di STEI ITB. Alhamdulillah, wasyukurillah.

Sedikit hiburan terjadi pas wisuda, sebelom SNMPTN di tanggal 31 Mei. Saya mendapat penghargaan Imam Terbaik, Juara 1 IPA I, dan Juara Umum IPA. Bener-bener gak nyangka karena beda poin pas juara umum saya sama si H itu... bener-bener tipis. Gak nyampe 1 koma, mungkin 0 koma sekian-sekian. Apalagi orang tua disuruh maju kedepan juga pas penerimaan penghargaan... I was really happy that day.

Bener-bener seneng bisa banggain orang tua, bener-bener seneng bisa mencapai impian, dan bener-bener seneng karena bisa satu kuliah sama si N :). Oh btw, temen saya si H dan si A juga diterima di ITB. Bener-bener tridente banget ya kita... err ok itu gak penting. Oke cukup sekian cerita saya buat Admin @Info_SNMPTN, semoga cerita ini cukup bermanfaat dan bisa menginspirasi :D

Sabtu, 21 April 2012

Lady Gaga Orang dengan Followers terbanyak

Penyanyi Lady Gaga memang fenomena. Tidak hanya di dunia nyata, fenomena Gaga pun merambah dunia maya saat mencetak rekor di jejaring sosial Twitter.

Mengutip laman BBC, pelantun "Just Dance" ini menembus rekor follower terbanyak. Akun Gaga tercatat sebagai akun pertama yang memiliki lebih dari 20 juta follower.

Penyanyi eksentrik ini melampaui bintang pop lain, seperti Justin Bieber (18 juta follower), Katy Perry (15,7 juta follower), dan Shakira (14,5 follower).

Lady Gaga juga memiliki banyak 'pengikut' di jejaring sosial Google+, dengan lebih dari 800 ribu "circle".

Gaga memang mengaku penggemar jejaring sosial, dan menggunakan akun Twitter miliknya secara personal. Bulan lalu, Gaga pun mengungkapkan persiapannya untuk meluncurkan jejaring sosialnya sendiri, Little Monsters.     

Banyak yang menyebut jejaring sosial ala Gaga itu mirip dengan situs image-sharing, Pinterest. Fans Gaga pun telah diundang untuk sign up dan mencicipi situs itu.

Tak hanya itu, Gaga pun ditawari perusahaan game online, Zynga, untuk membuat game sendiri: GagaVille. Dari namanya, game ini sepertinya akan sama seperti game FarmVille atau CityVille.

"Dia aktif, dia berpartisipasi, dia mendengarkan, dia terikat (dengan penggemarnya)," kata analis Datasift, Stewart Townsend.

Walau begitu, Townsend tetap menyebut teknik tradisional seperti promosi di televisi dan radio tetap penting. "Untuk mendorong dan meningkatkan hasil (ketenaran) itu," ucap Townsend. (art)

Inilah Foto waras lady gaga saat manggung



Stefani Joanne Angelina Germanotta (lahir di New York City, New York, Amerika Serikat, Amerika Serikat, 28 Maret 1986; umur 26 tahun), lebih dikenal dengan nama panggungnya Lady Gaga, adalah seorang penyanyi pop Amerika Serikat. Setelah tampil dalam kancah musik rock di New York bagian Lower East Side pada tahun 2003 dan kemudian mendaftar di New York University, Tisch School of the Arts, ia segera menandatangani kontrak dengan Streamline Records, sebuah anak perusahaan Interscope Records. Selama waktu awal Gaga di Interscope, ia bekerja sebagai penulis lagu untuk artis label sesama dan menarik perhatian artis rekaman Akon, yang mengakui kemampuan vokalnya, dan mengontraknya ke label miliknya sendiri, Kon Live Distribution.
Gaga menjadi terkenal setelah merilis album debutnya The Fame (2008), yang sukses baik secara kritik maupun komersial dan meraih popularitas internasional dengan singel "Just Dance" dan "Poker Face". Album ini mencapai nomor satu di tangga album enam negara, menduduki puncak tangga lagu Billboard Dance/Electronic Albums sekaligus memuncak pada nomor dua di tangga lagu Billboard 200 di Amerika Serikat dan mencapai posisi sepuluh besar di seluruh dunia. Album keduanya, The Fame Monster (2009), kelanjutan dari The Fame, menghasilkan dua singel nomor satu di berbagai negara yaitu "Bad Romance" dan "Telephone", sehingga dia diperbolehkan untuk memulai tur konser global kedua, The Monster Ball Tour, hanya beberapa bulan setelah selesai tur pertama, The Fame Ball Tour. Album studio kedua Born This Way, dirilis pada Mei 2011, menduduki puncak tangga album di seluruh pasar musik utama, setelah kedatangan singel "Born This Way", "Judas", dan "The Edge of Glory"—singel pertama mencapai nomor satu di negara di seluruh dunia dan merupakan penjualan singel tercepat dalam sejarah iTunes, menjual satu juta kopi dalam lima hari.[1]
Terinspirasi oleh artis glam rock seperti David Bowie dan Freddie Mercury, serta penyanyi dance-pop seperti Madonna dan Michael Jackson, Gaga juga diketahui dalam kegemarannya di bidang fesyen, dalam penampilan dan dalam video musiknya. Kontribusinya terhadap industri musik telah mengumpulkan banyak prestasi termasuk lima Grammy Awards, serta dua belas nominasi; dua Guinness World Records;[2] dan penjualannya diperkirakan sekitar 64 juta rekaman.[3][4] Billboard memberi gelar padanya "Artis Terbaik pada Tahun 2010",[5] dan peringkat sebagai "Artis Terbaik ke-73 pada Dekade 2000-an".[6] Gaga telah dimasukkan dalam daftar tahunan majalah Time, yaitu Time 100 "orang paling berperngaruh di dunia" serta tercantum di sejumlah daftar tahunan majalah Forbes[7] termasuk "100 selebriti paling berkuasa dan berpengaruh di dunia" dan mencapai nomor satu dalam daftar tahunan "100 selebriti paling berkuasa".

kamseupay

             Belakangan ini banyak banyak sekali bermunculan kosa kata atau istilah di dunia pergaulan keseharian kita. Bahkan, di kalangan sosialita muda telah banyak lahir kamus gaul yang berisikan panduan umum bagi anda yang ingin menjadi sosialita agar tidak terlihat cupu. Belakangan, muncul lagi istilah atau kosakata "Kamseupay" yang marak digunakan para sosialita. Jika anda cari di Kamus Besar bahasa Indonesia, sampe tujuh keliling juga sudah dapat dipastikan anda tidak akan menemukan istilah tersebut.
Akhir-akhir ini kata kamseupay tiba-tiba menjadi tren lagi baik di situs jejaring sosial Twitter maupun di pencarian Google. Banyak pengguna internet yang mencari tahu apa arti dari kamseupay.
             Meningkatnya rasa penasaran pengguna internet atas arti kamseupay karena kata ini muncul dalam sebuah iklan provider telepon yang ditayangkan di stasiun televisi Indonesia.
Kamseupay sendiri memiliki arti ‘kampungan’, atau lebih lengkapnya ‘kampungan sekali udik payah’. Kata Kamseupay sebenarnya adalah ungkapan untuk menyatakan sindiran alias makian kepada seseorang. Istilah yang sempat menjadi trending topic di microblogging Twitter ini sebenarnya sudah lazim digunakan para kawula muda era 70-an sampe 80-an.
Dan istilah tersebut kembali lahir di kalangan sosialita, setelah artis era 80-an Marissa Haque menyebutkan kata Kamseupay saat berdebat di twitter. Para tweeps kemudian menggunakannya dalam kicauan mereka hingga menembus top trending topic di twitter.
Itulah sebabnya perusahaan telekomunikasi kemudian memasukkan istilah kamseupay dalam kampanye iklan produk internet mereka. (sh)

Minggu, 15 April 2012

Lagu terenak sepanjang masa

Kali ini kita akan bahas lagu terenak dan terpopuler. check this out ->->->
1. Fun - We are young
 2. The Wanted - Glad you come
3. Kelly Clarkson - Stronger

4. Katty Perry - Part Of me
5. Justin Bieber - Boyfriend

6. Adele - Set fire to the rain
7. Adele - Someone like you

8. Rihanna - We found Love

9. Nicki Minaj - Starship


10. Boy II Men ft Mariah Carey - One Sweet Day